Wednesday, December 20, 2017
Thursday, October 5, 2017
Perhimpunan Agung Zuriat dan Kerabat Kerajaan Riau Lingga - Kota Batam
Perhimpunan Agung Zuriat dan Kerabat Kerajaan Riau Lingga - Kota Batam bagi perlantikan Raja Abdul Gani sebagai Raja Muda dan Raja Supri sebagai Timbalan Raja Muda telah dilaksanakan di Balai Pertemuan Tanjung Bemban, Batu Besar - Batam pada hari Sabtu 16 September 2012.
Perlantikan Raja Muda dan Timbalan Raja Muda tersebut telah dilakukan dengan penuh adat istiadat oleh Yang Dipertuan Besar (YDB), Tengku Husin Bcs Ibni Tengku Saleh. Istiadat perlantikan dimulakan dengan Pembacaan Warkah Petuah dan Penabalan Raja Muda oleh Yang Dipertuan Besar. Selanjut nya di ikuti dengan pemasangan Tanjak, sabuk dan keris serta Tepuk Tepung Tawar.
| Upacara Penabalan Raja Muda, Raja Abdul Gani Ibni Raja Mualim oleh Yang DiPertuan Besar Tengku Hussien |
| Upacara Penyerahan Warkah dan Surat Keputusan kepada Raja Muda, Raja Abdul Gani Ibni Raja Mualim oleh Yang DiPertuan Besar Tengku Hussien |
| Upacara Penyerahan Warkah dan Surat Keputusan kepada Raja Muda, Raja Abdul Gani Ibni Raja Mualim oleh Yang DiPertuan Besar Tengku Hussien |
| Upacara Penyerahan Warkah dan Surat Keputusan kepada Raja Muda, Raja Abdul Gani Ibni Raja Mualim oleh Yang DiPertuan Besar Tengku Hussien |
| Upacara Tepuk Tepung Tawar setelah Penyerahan Warkah dan Surat Keputusan kepada Raja Muda, Raja Abdul Gani Ibni Raja Mualim oleh Yang DiPertuan Besar Tengku Hussien |
| Upacara bacaan sumpah setia oleh Raja Muda, Raja Abdul Gani Ibni Raja Mualim dihadapan Yang DiPertuan Besar Tengku Hussien |
| Upacara bacaan sumpah setia oleh Raja Muda, Raja Abdul Gani Ibni Raja Mualim dihadapan Yang DiPertuan Besar Tengku Hussien |
| Upacara Kata Bermakna oleh Raja Muda, Raja Abdul Gani Ibni Raja Mualim |
| Upacara Kata Petuah oleh Yang Dipertuan Besar, Tengku Husin Saleh Ibni Tengku Muhammad Saleh Dammah Lingga |
| Upacara Kata Petuah oleh Yang Dipertuan Besar, Tengku Husin Saleh Ibni Tengku Muhammad Saleh Dammah Lingga |
Turut hadir didalam acara tersebut ialah Wali Kota Batam, Bapak Ahmad Dahlan, para Zuriat dan Kerabat dari dalam maupun luar negeri, seperti dari Singapura, Johor dan Selangor berserta sejumlah masyarakat setempat.
| Bergambar bersama dengan sebahagian Anggota Majlis yang terdiri daripada (dari kiri) Bendahari dan Anggota Majlis, Perdana Dalam - Raja Kamarulzaman, Timbalan Raja Muda - Raja Supri, Tetamu Singapura - Tengku Shawal, Raja Muda - Raja Abdul Gani, Datuk Panglima, Tetamu Johor - Megat Nazri, Anggota Majlis, Tetamu Singapura - Raja M Khalid |
| Bergambar bersama (dari kiri) Tetamu Singapura - Encik Mohamed dan Raja Mohamed Said, Raja Muda - Raja Abdul Gani, Timbalan Raja Muda - Raja Supri, Tetamu Singapura - Raja M Khalid. |
| Bergambar bersama (dari kiri) Tetamu Singapura - Puan Hasima dan Puan Shofia Idris, Ibu (Isteri Raja Muda), Tetamu Terhormat Wali Kota Batam - Bapak Ahmad Dahlan, Tetamu Singapura - Raja M Khalid. |
Acara Perlantikan Raja Muda dan Timbalan Raja Muda Bagi Perhimpunan Agung Zuriat dan Kerabat Kerajaan Riau Lingga - Kota Batam juga merupakan acara Halal Bi Halal. Acara Perlantikan yang penuh gah itu di sampaikan oleh Pengerusi Majlis, Raja Muhammad Amin, yang juga merupakan Wakil Sekrertaris Lembaga Adat Melayu Kota Batam, dengan tata cara tradisi Melayu yang penuh dengan pantun dan seloka. Selain itu, para tetamu juga turut di hiburkan dengan persembahan orkestra tradisional Melayu selain pembacaan Gurindam 12 gubahan Raja Ali Haji.
| Raja Muhammad Amin (Zuriat dan juga Wakil Sekretaries LAM Batam) menjadi Pengacara Majlis |
| Kumpulan orkestra musik Tradisional Melayu sedang membuat persembahan |
| Persembahan bacaan Gurindam Dua Belas karangan Raja Ali Haji |
Thursday, September 28, 2017
Buku Salasilah Keluarga Kerajaan Riau Lingga
Almarhum ayahanda saya, Raja Adnan Bin Raja Haji Salman (diSingapura) adalah salah seorang daripada penyumbang penting didalam usaha usaha bagi pengumpulan Salasilah tersebut.
Bagi Zuriat dan Kerabat Kerajaan Riau Lingga yang berminat untuk membeli (menyumbang) buku Salasilah Keluarga tersebut, bolehlah buat pesanan melalui sms kepada: Dr. Raja Faizal:-
Indonesia: +62 8126444694
Malaysia: +60 1112131353
Singapura: +65 94887409
PENAMBALAN TEMENGGUNG DAN TIMBALAN TEMENGGUNG PERHIMPUNAN AGUNG ZURIAT DAN KERABAT KERAJAAN RIAU LINGGA DI KARIMUN PADA 22 SEPTEMBER 2012
| Kad Undangan Dan Aturcara Majlis Penabalan Temenggung Dan Timbalan Temenggung Perhimpunan Agung Zuriat Dan Kerabat Kerajaan Riau Lingga Di Karimun Pada 22hb September 2012 |
| Temenggung Raja Kamaruddin |
| Timbalan Temenggung RajaUsman |
| Yang DiPertuan Besar Tengku Hussen Ibni Tengku Saleh |
| Yang DiPertuan Muda Raja Izharuddin Ibni Raja Ismail sedang memberikan ucapan |
| Bupati Karimun Nurdin Basirun yang bergelar Datuk Setia Amanah sedang memberikan ucapan |
| Bergambar bersama setelah upacara Pernabalan, dari kiri: Temenggung Raja Kamaruddin, Bupati Karimun Nurdin Basirun yang bergelar Datuk Setia Amanah, Wakil Bupati Karimun Aunur Rafiq yang bergelar Timbalan Datuk Setia Amanah, Raja Muda Batam Raja Abdul Ghani, Timbalan Raja Muda Batam Raja Supri dan Datuk Panglima Batam (pakaian warna merah). |
Monday, May 15, 2017
Perhimpunan Agung Zuriat Dan Kerabat Kerajaan Riau Lingga
Perhimpunan Agung Zuriat dan Kerabat Kerajaan Riau Lingga dikukuhkan oleh Sekretarias Direktur Jenderal (Dirjen) Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kementerian Dalam Negeri, Abdul Rahman diBalai Adat Indera Perkasa, Pulau Penyengat, Tanjung Pinang, Sabtu (12/5).
Pengukuhan tersebut disejalankan dengan perlantikan YM Tengku Husin Bcs Ibni Tengku Saleh sebagai Paduka Yang Dipertuan Besar (YDB) dan YM H Raja Izharudin Ibni Raja Ismail sebagai Yang Dipertuan Muda (YDM) yang dilantik oleh Maha Mulia Yang Dipertua H Raja Abdul Aziz.
Pemerintah pusat menyatakan dukungan dan siap mendorong Perhimpunan Agung Zuriat dan Kerabat Kerajaan Riau Lingga agar dapat tumbuh dan berkembang untuk mengembangkan budaya Melayu serta mampu mendorong peningkatan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat Kepri khususnya.
Sekretarias Dirjen Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri, Abdul Rahman usai pengukukan menyampaikan, Perhimpunan Agung Zuriat dan Kerabat Kerajaan Riau Lingga merupakan aset nasional yang harus dikembangkan. Budaya Melayu sendiri merupakan salah satu budaya yang penuh dengan estetika dan nilai sejarah yang tinggi dan sarat dengan nilai nilai norma keagamaan serta telah dikenal masyarakat Indonesia sejak dulu kala.
"Sejarah Melayu Kepri penuh dengan nilai sejarah yang tinggi. Hal ini perlu didukung dan dikembangkan untuk kemajuan pembangunan serta dapat mensejahterakan masyarakat Kepri pada umum nya dan mampu mempertahankan dan memperkenalkan budaya lokal dimata dunia" kata Abdul Rahman.
Gurbernur Kepri, HM Sani menaruh harapan agar Zuriat Kerabat dan masyarakat Melayu Kepri dapat memelihara, mempertahankan, membina dan mengembangkan adat istiadat dan budaya Melayu Kepri. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri siap mendorong Zuriat dan Kerabat Kerajaan Riau Lingga agar dapat maju guna mensejahterakan kehidupan masyarakat Kepri kedepan.
| Antara Tokoh Tokoh Masyarakat Yang Hadir Ialah Ketua Rumpun Melayu Bersatu (RMB)- Datok Besar H Said Robert (duduk disebelah kiri depan, berbaju warna merah pulasan) |
Datok Besar H Said Robert selaku Ketua Rumpun Melayu Bersatu (RMB) Kepri juga menegaskan, ormas RMB siap mendukung Perhimpunan Agung Zuriat dan Kerabat Kerajaan Riau Lingga serta tunduk dan taat dibawah Perhimpunan yang telah dikukuhkan tersebut.
"YM Tengku Husin telah dilantik sebagai Paduka Yang Dipertuan Besar dan YM H Raja Izharudin dilantik sebagai Paduka Yang Dipertuan Muda. Maka dari itu, RMB siap mendukung dan tunduk taat terhadap Perhimpunan Zuriat dan Kerabat Kerajaan Riau Lingga kedepan" tegas Robert.
Nampak hadir, Brigjen Raja Erizman dan PR Zuriat dan Kerabat dari dalam maupun luar negeri, utusan dari tujuh temenggung. Sesuai intruksi pemerintah pusat, Perhimpunan Agung Zuriat Kerabat Kerajaan Riau Lingga diminta untuk mendaftar di pusat dan dalam waktu dekat segera bergabung bersama Forum Silaturahmi Keraton Kerajaan Nusantara (FSKN).
Pada pengukuhan itu juga dilaksanakan Rusydiyah kelab yang dipimpin oleh YAB Abdul Malik MPD dibantu 20 orang para ahli dibidang masing masing. Selain YM Tengku Husin Bsc sebagai Paduka Yang Dipertuan Besar (YDB) dan YM H Raja Izharudin sebagai Paduka Yang Dipertuan Muda (YDM), juga dilantik Halal Wahli Al Waqdi YAB Raja Mansur Ibni Raja Abdul Razak, Perdana Dalam YAB Raja Imran Hanafie Ibni Raja Idris, Bendahara Datin Raja Syamsinar Raja Raja M Yusuf, Panglima Besar Datok Kaye Encek Ibnu Khaldun Ibni Encek Achmad Tara.
Sementara itu, Haris Ibni Said Yacoeb Al Qudzi dilantik sebagai Panglima Muda/Menteri Pemuda dan Belia Habeb dan dibantu 20 Menteri, 7 Temenggung, 313 Panglima Hulu Balang dan 1845 Baten.
| Yang Dipertuan Besar (YDB)- Tengku Husin (berbaju kuning) dan Yang Dipertuan Muda (YDM)- Raja Izharudin (berbaju hitam) bergambar bersama para tetamu undangan termasuk dari Singapura |
Ratusan masyarakat Melayu Kepri bersama tokoh Masyarakat serta unsur Muspida diseluruh Kepri turut hadir pada acara pengukuhan tersebut. Panitia Perlantikan Zuriat Said Harris Yacoeb mengucapkan ribuan terimakasih buat dukungan dan atensi seluruh masyarakat Kepri dimana acara dapat berlangsung tertib dan meriah.
"Buat Pak Dirjen Kasbang Pol Kementerian Dalam Negeri Letjen Andi Tanribali Lamo yang mewakili, Gurbernur Kepri Muhammad Sani, WaliKota Tanjung Pinang Suryatati, WaliKota Bintan Ansar Ahmad dan perwakilan kerajaan dari Malaysia mulai dari Johor, Terengganu, Melaka dan daerah lainnya saya ucapkan terima kasih sebesar besarnya atas kehadiran dan dukungannya", tambah Said.
Sumber berita dari Haluan Kepri 14 Mei 2012, Isnin
Friday, May 12, 2017
Saturday, April 29, 2017
Sunday, September 11, 2016
RAJA AHMAD BIN RAJA HASSAN, TABIB KERAJAAN RIAU LINGGA
RAJA AHMAD TABIB
ULAMA dan tabib atau doktor perubatan yang diriwayatkan dalam artikel ini adalah cucu daripada tokoh besar dalam sejarah Melayu. Dari sebelah ayah beliau adalah cucu Raja Ali Haji, ahli bahasa dan sejarah yang cukup terkenal. Dari sebelah ibunya pula ialah keturunan daripada Raja Abdullah atau al-Marhum Mursyid, Yang Dipertuan Muda Riau-Lingga ke IX. Ulama dan tabib yang dimaksudkan ialah Raja Ahmad Thabib bin Raja Hasan bin Raja Ali Haji Riau. Ibunya Raja Maimunah adalah puteri Raja Abdullah atau al-Marhum Mursyid. Berdasarkan tulisan Raja Muhammad Yunus Ahmad, dalam Peringatan dinyatakan bahawa Raja Ahmad Thabib lahir tahun 1282 H/1865 M. Dari sumber yang lain diriwayatkan beliau lahir di Pulau Penyengat Indera Sakti. Berdasarkan sebuah buku catatan tulisan Raja Muhammad Sa'id bin Raja Jaafar dengan lengkap bahawa adik beradik Raja Ahmad Thabib ada 12 orang. Mereka ialah: 1. Raja Abdullah Hakim (seorang ulama besar, Hakim Kerajaan Riau-Lingga), 2. Raja Khalid Haitami (ulama dan tokoh politik, meninggal dunia di Jepun sewaktu menjalankan urusan rahsia/sulit demi memerdekakan seluruh dunia Melayu yang sedang dijajah), 3. Raja Ahmad Thabib (yang sedang diriwayatkan dalam artikel ini), 4. Raja Manshur, 5. Raja Mariyah, 6. Raja Qamariah, 7. Raja Umar (Mudir Mathba'ah Al-Ahmadiah yang pertama), 8. Raja Ali Andi, 9. Raja 'Abdur Rasyid, 10. Raja Kaltsum, 11. Raja Rahah, dan 12. Raja 'Amimah Sumber terawal tentang Raja Ahmad Thabib ditulis agak ringkas oleh Raja Muhammad Yunus bin Raja Ahmad dalam Peringatan, No.1, th.1, Mei 1939, dicetak oleh Al-Ahmadiah Press, 101 Jalan Sultan, Singapura. Dalam tulisan tersebut terdapat gambar Raja Ahmad Thabib ketika berusia 77 tahun. Di sini saya salin selengkapnya tanpa perubahan bahasa, kecuali ejaan lama diganti dengan ejaan sekarang, adalah sebagai berikut, "Yang Mulia Raja Haji Ahmad bin Raja Hasan, bekas Thabib Duli Yang Maha Mulia Sultan Abdur Rahman al-Muazzam Syah, bekas Sultan Riau. Yang Mulia ini diputerakan tahun 1282 H (1865 M, pen:). Dalam tahun 1299 H (1881 M, pen:) berangkat ke Mekah. Setelah mengerjakan haji dan melawat seluruh Tanah Arab baharu kembali ke Penyengat, iaitu dalam tahun 1300 H (1882 M, pen:).
''Dalam tahun 1301 H (1883 M, pen:) setelah Yang Mulia ini dapat akuan daripada tabib yang masyhur di Penyengat mulai menjadi Thabib patikuler (maksudnya: swasta, pen:). Dan dalam tahun 1319 H (1901 M, pen:) diangkat menjadi tabib kerajaan dan bagi Duli Yang Mulia Sultan dengan besluit (maksudnya: pengesahan menjadi pegawai kerajaan) bertarikh 25 Rabiulawal 1319 H, No. 6/8. Kemudian setelah terpecat Sultan Riau dari tahta kerajaannya maka Yang Mulia dikurnia oleh Governement Holanda pensiun (pencen, pen:) dimulai dari tahun 1911 M hingga sampai sekarang (maksudnya hingga tahun 1939, sewaktu Raja Haji Muhammad Yunus Ahmad, riwayat dalam Peringatan, pen:).
''Di Penyengat rupanya dahulu telah menjadi satu negeri yang mempunyai beberapa orang tabib yang masyhur di antaranya banyak orang masih ingat akan kebijakan Thabib Engku Haji Daud P", demikianlah tulisan Raja Haji Muhammad Yunus Ahmad dalam Peringatan. Daripada beberapa maklumat yang telah dikumpulkan, Raja Ahmad Thabib menghasilkan beberapa buah karangan, di antaranya ialah: 1. Syair Nasihat Pengajaran Untuk Memelihara Diri, 2. Syair Tuntutan Kelakuan, 3. Risalah Rumah Ubat Raja Haji Ahmad Pulau Penyengat Riau. Praktik penelitian langsung di lokasi yang saya lakukan di rumah Raja Abdullah Hakim (adik beradik Raja Ahmad Thabib), di Pulau Penyengat, Riau, pada 2 Syaaban 1418 H/2 Disember 1997 M ternyata lebih banyak bahan untuk dibicarakan. Penelitian saya lakukan bersama salah seorang waris tersebut bernama Tengku Fuad bin Tengku Muhammad Yusuf dapat mengesan beberapa buah risalah ilmu perubatan yang ditinggalkan oleh Raja Ahmad Thabib masih dalam bentuk manuskrip dan catatan tersimpan dalam rumah saudaranya itu. Sebenarnya jauh sebelum tarikh tersebut di atas, dalam tahun 1962 rumah tersebut memang tempat saya berulang alik. Beberapa buah kitab dalam koleksi Raja Abdullah Hakim tamat saya baca, namun ketika itu saya belum tahu membuat penilaian. Beberapa perkara mengenai perubatan Raja Ahmad Thabib saya perkenalkan sebagai berikut: Khasiat Dan Kaifiat Guna Ubat Tuan Brokdes Dan Tuan Setman Napal Negeri Holanda. Walaupun karya ini disusun oleh Raja Sa'id bin al-Marhum Raja Ahmad, namun ia merupakan dokumen yang terdapat dalam Rumah Ubat Raja Ahmad Thabib Riau. Hanya ditemui berupa lembaran-lembaran, tetapi tarikh penulisan dapat dikesan ialah pada, 1 Muharam 1323 H bersamaan 7 Mac 1905 M sampai 29 Jamadilakhir 1336 H bersamaan 11 April 1918 M. Penulisan dilakukan di Penyengat Riau. Kandungan nama-nama ubat dalam bahasa asing dan kegunaannya. Beberapa lembar membicarakan perubatan selain yang tersebut di atas, dapat dipastikan karangan Raja Ahmad Thabib, judul sebenar belum diketahui. Kandungannya membicarakan tentang nadi. Manuskrip yang tidak lengkap tersebut dijumpai dalam kitab Thaiyib al-Ihsan fi Thibb al-Insan karya Syeikh Ahmad al-Fathani. Dari sini dapat dipastikan bahawa Raja Ahmad Thabib sempat belajar kitab Thaiyib al-Ihsan fi Thibb al-Insan kepada Syeikh Ahmad al-Fathani kerana mulai kulit depan kitab tersebut hingga akhir terdapat catatan-catatan tulisan tangan Raja Ahmad Thabib. Sebagaimana manuskrip Raja Ahmad Thabib membicarakan nadi dan pemeriksaan penyakit melalui air kencing, dalam karya Syeikh Ahmad al-Fathani juga terdapat bahasan mengenainya. Untuk mengetahui sedikit pengetahuan perubatan tradisional, untuk kita bandingkan dengan perubatan moden dan jalan bahasa klasik menurut gaya bahasa Melayu Riau, kiranya baik juga saya transliterasikan di antara kandungannya, ialah: "Sebermula jika orang laki-laki nadinya itu besar sebelah kanan, alamat sakit. Dan jika besar sebelah kiri, alamat sihat. Dan jika perempuan besar nadinya itu pada tangan kiri, alamat sakit. Dan jika besar tangan kanan, alamat sihat. Tulisan Raja Ahmad Thabib selanjutnya, "Fasal Yang Pertama Pada Menyatakan Nadi Yang Bernama Zahabi: Jika ditekan perlahan-lahan, maka keras pukulnya di atas, alamat banyak angin panas dalam anggotanya. Dan jika ditekan perlahan-lahan, maka ada pukulnya jatuh, barangkali terasa sedikit-sedikit, alamatnya paru-parunya kembang, banyak sejuk. Dan jika ditekan perlahan-lahan, maka tidak ia memukul di atas, maka ada ia memukul di dalam sedikit-sedikit, alamat banyak balghamnya (balgham = lendir atau dahak, pen:) bercampur angin dan ketul balghamnya itu. Dan Fasal Yang Kedua Pada Menyatakan Nadi Yang Bernama Turabi: Jika ditekan perlahan-lahan, maka ada pukulnya perlahan-lahan di atas, alamat ada angin sejuk, maka menjadi lesu tubuhnya. Dan jika ditekan keras, maka pukulnya pun keras, alamat ada angin panas pada tubuh. Dan jika ditekan perlahan-lahan, maka pukulnya itu keras, alamat dalam perutnya terlalu sangat panas. Dan jika ditekan perlahan-lahan, maka tiada sekali-kali ia memukul...'' (naskhah rosak, tidak dapat dibaca, pen:). Ada pun pemeriksaan melalui air kencing Raja Ahmad Thabib menulis sebagai berikut, "Fasal Yang Ketiga Pada Menyatakan Melihat Kepada Air Kencing: Bermula jika warna air kencingnya itu kuning pertengahan alamat tabiatnya itu sederhana. Dan jika sangat kuningnya, hampir kepada merah, alamat panas tubuhnya. Dan jika warna itu sangat merahnya, alamat sakitnya itu di dalam dada, tetapi sejuk. Dan jika warnanya merah bercampur kuning, alamat panas sekalian badan, dan angin, dan demam, dan terkadang yang demikian itu lendir dan darah, maka bisa, serba salah. Tidur pun tidak boleh. Jika tidak boleh, panas, kencing sakit, huap semuanya sampai ke hati. Dan jika warnanya merah semua, lagi cair, alamat hangus segala badan, darah dan tulang di dalam badan semuanya buruk. Dan tempat kencing sudah luka, ke sungai kecil sakit dan terkadang keluar nanah, atau darah, atau keluar kura kuning-kuning. Dan tiada boleh tidur dan bisa ari-ari. Dan jika warnanya merah atau pekat, alamat luka tempat kencing dan demam siang malam, dan kurus badannya. Tiada boleh tidur, dan hatinya rosak. Lagi tabiatnya ketakutan sentiasa seperti gila. Dan batuk selama-lamanya kemudian keluar darah ... " Di antara jenis ubat yang dicipta oleh Raja Ahmad Thabib yang paling mujarab dan pada satu ketika dulu pernah terkenal di Riau, Singapura dan Johor terutama dalam lingkungan masyarakat Melayu ialah dinamakan Syarbat Zanjabil. Syarbat Zanjabil ialah sejenis ubat berupa cairan yang dibuat daripada bahan rempah-rempah, berbau agak harum dan dijual dalam botol. Ubat tersebut telah banyak bukti boleh menyembuhkan pelbagai penyakit dalaman seumpama sakit jantung, sakit tulang, sakit kuning dan lain-lain. Selain Syarbat Zanjabil dalam koleksi Raja Ahmad Thabib juga dikenali dua jenis minyak yang dipusakai turun temurun oleh keluarga tersebut, kedua-dua minyak itu ialah Minyak Mengkasar dan Minyak Bau. Kedua-dua jenis minyak tersebut berfungsi untuk jenis sakit luar, seumpama kembung perut, disengat binatang berbisa, bahkan kedua-duanya juga berfungsi untuk ubat kerasukan, kekejangan dan lain-lain. Ada lagi satu kepakaran Raja Ahmad Thabib yang mungkin tidak dialami oleh pakar perubatan moden sekarang ini, kerana pada satu peristiwa Raja Ahmad Thabib pernah membedah pesakit hanya dengan sembilu (buluh yang ditajamkan seperti pisau). Peristiwa tersebut ketika itu di Pulau Penyengat dan Tanjungpinang belum terdapat peralatan perubatan moden. Diriwayatkan bahawa sebelum melakukan pembedahan yang mendesak dan mendadak Raja Ahmad Thabib menggambarkan pembedahan itu hanyalah untuk pertolongan sementara saja, kerana ketahanan pesakit hanya sekitar antara tujuh sampai sepuluh jam saja. Untuk menyelamatkannya mesti dibawa ke Singapura supaya diberi ubat-ubat yang lebih sesuai. Pelayaran dari Tanjungpinang ke Singapura ketika itu memakan masa tujuh jam, bererti mesti memburu baki waktu tiga jam yang dikatakan beliau itu. Ternyata pesakit selamat ketika dibedah dan selanjutnya selamat pula dalam perawatan moden di Singapura. Cerita ini saya catat daripada ramai Kerabat Diraja Riau sejak tahun 1962, dan hingga sekarang yang menceritakan masih ada yang hidup, yang telah berumur melebihi 90 tahun.
Ditulis oleh WAN MOHD. SHAGHIR ABDULLAH – ULAMA NUSANTARA BLOGSPOT.
Thursday, April 28, 2016
Daik (Bekas Pusat Kerajaan Riau Lingga)
Daik, dahulunya hampir selama seratus tahun menjadi pusat kerajaan Riau-Lingga, sekarang menjadi ibu kota Kecamatan Lingga, Kabupaten Kepulauan Riau.
Kota Daik yang terletak di sungai Daik, hanya dapat dilalui perahu atau kapal motor di waktu air pasang. Kalau air surut, sungai Daik mengering dan tak dapat dilalui. Perhubungan lainnya adalah melalui jalan darat ke desa Resun di sungai Resun. Dari sana melalui sungai itu terus ke muara (Pancur) yang terletak di pantai utara pulau Lingga, berseberangan dengan Senayang.
Selama seratus tahun Daik menjadi pusat kerajaan, tentulah terdapat berbagai peninggalan sejarah dan sebagainya. Raja-raja kerajaan Riau-Lingga yang memerintah kerajaan selama periode pusat kerajaan di Daik Lingga yaitu : Sultan Abdurakhman Syah (1812-1832), Sultan Muhammad Syah (1832-1841), Sultan Mahmud Muzafar Syah (1841-1857), Sultan Sulalman Badrul Alam Syah II (1857-1883) dan Sultan Abdurrakhman Muazzam Syah (1883-1911).
Mesjid Jamik Daik
Mesjid Jamik terletak di kampung Darat, Daik Lingga, dibangun pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Riayat Syah (1761-1812) pada masa awal beliau memindahkan pusat kerajaan dari Bintan ke Lingga. Sumber tempatan menyebutkan bahwa bangunan mesjid ini dimulai sekitar tahun 1803, dimana bangunan aslinya seluruhnya terbuat dari kayu. Kemudian setelah Mesjid Penyengat selesai dibangun, maka bangunan Mesjid Jamik ini dirombak dan dibangun lagi dari beton.
Mesjid ini di dalam ruang utamanya tidaklah mempergunakan tiang penyangga kubah atau lotengnya. Pada mimbarnya terdapat tulisan yang terpahat dalam aksara Arab-Melayu (Jawi), berisi : “Muhammad SAW. Pada 1212 H hari bulan Rabiul Awal kepada hari Isnen membuat mimbar di dalam negeri Semarang Tammatulkalam.” Tulisan ini memberi petunjuk, bahwa mimbar yang indah ini dibuat di Semarang, Jawa Tengah dengan memasukan motif-motif ukiran tradisional Melayu.
Bekas Istana Damnah
Yang tersisa dari bangunan yang dahulunya sangat megah ini hanyalah tangga muka, tiang-tiang dari sebahagian tembok pagarnya yang seluruhnya terbuat dari beton. Sekarang puing istana ini terletak dalam hutan belantara yang disebut kampung Damnah.
Istana Damnah didirikan oleh Raja Muhammad Yusuf AI-Ahmadi, Yang Dipertuan Muda Riau X (1857-1899). Dalam tahun 1860 olehnya didirikan istana Damnah untuk kediaman Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah II, dimana sebelumnya Sultan ini di Istana Kota Baru tak berjauhan dari pabrik sagu yang didirikannya.
Gedung Bilik 44
Yang disebut gedung bilik 44 adalah pondasi gedung yang akan dibangun oleh Sultan Mahmud Muzafar Syah. Gedung ini baru dikerjakan pondasinya saja karena Sultan keburu dipecat Belanda tahun 1812. Lokasinya terletak di lereng gunung Daik.
Walaupun gedung ini belum sempat berdiri, tetapi dari pondasinya yang berjumlah 44 itu sudah dapat kita bayangkan betapa besarnya minat Sultan Mahmud untuk membangun negerinya. Di gedung ini, menurut rencana Sultan akan ditempatkan para pengrajin yang ada di kerajaan Riau-Lingga, supaya mereka dapat bekerja lebih tenang serta mengembangkan keahliannya. Namun cita-cita Sultan Mahmud terkandas oleh penjajah asing.
Kubu Pertahanan
Daik sebagai pusat kerajaan Riau-Lingga tentulah memerlukan pengawalan ketat. Perairan selat Malaka yang masa silam selalu ramai dengan desingan peluru dan asap mesiu. Untuk menjaga berbagai kemungkinan dalam pertempuran, di Daik Lingga dan sekitarnya didirikan kubu-kubu yang kokoh dengan persenjataan lengkap menurut keadaan zamannya, yang terdapat di pulau Mepar, Kubu Bukit Ceneng dan Kubu Kuala Daik.
Makam Bukit Cengkeh
Di Bukit Cengkeh, Daik, terdapat kompleks makam raja-raja Riau-Lingga. Bangunan ini dulunya amat indah, bentuknya segi delapan dengan kubah bergaya arsitektur Turki. Kini makam ini sudah runtuh, yang tersisa hanya sebagian dindingnya dan pagar beton kelilingnya. Di kompleks makam ini terdapat pusara : Sultan Abdurrakhman Syah (1812-1832), beberapa anggota keluarga kerajaan Riau-Lingga. Makam ini tidaklah sulit dicapai karena terletak di pinggir jalan raya, di atas Bukit Cengkeh yang indah pemandangannya.
Makam Merah
Disebut makam merah karena warna cat bangunannya merah, tiangnya terbuat dari besi, pagarnya dari besi dan atapnya seng tebal. Makam ini tidak berdinding dan atapnya berbentuk segi empat melingkari makam. Makam ini letaknya tidaklah berapa jauh dari bekas istana Damnah.
Makam ini terkenal bukanlah karena bangunan makamnya, tetapi karena yang dimakamkan disini adalah Raja Muhammad Yusuf Yang Dipertuan Muda Riau X.
Rumah Datuk Laksemana Daik
Bangunan tua ini terletak di kampung Bugis, berbentuk limas penuh. Rumah ini selain pernah ditempati oleh Datuk Laksemana Daik,pernah pula ditempati oleh Datuk Kaya pulau Mepar, karena beliau ini menantu Datuk Laksemana. Rumah ini masih agak baik dan ditempati oleh keluarga Datuk Laksemana dan Datuk Kaya Daik.
Di rumah ini masih tersimpan sisa-sisa benda milik Datuk Laksemana dan Datuk Kaya, seperti : beberapa jenis pakatan kebesaran Datuk Kaya dan Datuk Laksemana, benda-benda upacara adat, motifmotif tenunan, batik, ukiran-ukiran dan sebagainya.






